Segera Ke Dokter Jika Muncul Aroma Ini!

? Aroma ikan/amis. Aroma ini muncul akibat pertumbuhan kuman jahat pada vagina yang berlebihan, nama medisnya Bacterial Vaginosis (BV). Aromanya sangat mengganggu, berbau seperti bau ikan, dan semakin “semerbak” setelah berhubungan intim. Biasanya disertai pula dengan gejala nyeri di area Miss V.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

? Aroma busuk dan asam. Aroma busuk yang disertai keputihan ini disebabkan oleh Trichomonas atau dikenal sebagai Trichomoniasis. Yang terjadi akibat tertular parasit Trichomonas dari pasangan. Selain berbau busuk, keputihan yang timbul sangat banyak sampai bisa mengalir dari Miss V ke paha. Trichomoniasis juga dapat menimbulkan bau asam

? Aroma apak. Infeksi jamur candida albicans biasanya disebut kandidiasis menimbulkan aroma apak pada vagina, biasanya disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di area Miss V.

? Aroma daging busuk. Bila kanker leher rahim/kanker serviks sudah pada tingkat lanjut, bisa mengelurkan aroma tidak sedap seperti daging busuk disertai dengan keputihan darah. Kanker leher rahim seringnya tidak menimbulkan gejala apapun di awal. Kalaupun ada gejala, biasanya berupa perdarahan tidak normal yang umumnya muncul setelah berhubungan intim.

Perhatikan Ini!

Nah, untuk menghindari munculnya aroma tak sedap, mencegah gangguna di area vagina dan menjaga kesehatan Miss V, kita perlu mempraktikkan beberapa hal ini:

• Jaga kebersihan Miss V. Kebersihan yang kurang membuat kotoran menumpuk dan tumbuhnya bakteri secara berlebihan.

• Hindari paparan sabun mandi secara berlebihan pada area vagina karena sifatnya yang basa, sedangkan Miss V memiliki pH asam sehingga dapat menimbulkan iritasi. Lebih baik gunakan cairan pembersih bagian inim yang sudah diformulasikan khusus dan juga mempunyai keasaman (pH) yang sesuai dengan Miss V.

• Gunakan celana dalam berbahan katun. Bahan katun memiliki pori-pori kain yang besar sehingga memungkinkan terjadinya pergantian udara dengan baik, tekstur kainnya yang halus juga dapat menghindari iritasi pada Miss V.

• Hindari kondisi lembap dan panas pada vagina. Misalnya, setelah berolahraga langsung mandi dan mengeringkan area vagina, jika pakaian dalam lembap langsung diganti.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *