Transparansi Pengadaan Radar

Keganjilan proses pengadaan enam radar baru TNI Angkatan Udara semestinya ditelisik lebih jauh. TNI memerlukan radar baru untuk mengejar kebutuhan ideal 32 unit radar dari 20 unit yang sudah ada. Lelang pengadaannya telah berlangsung pada April 2015, tapi dibatalkan pada November tahun lalu. Alasannya, tak ada peserta tender yang memenuhi syarat.

Ada dugaan pembatalan itu akibat campur tangan pejabat tinggi TNI untuk meloloskan produk Thales Raytheon Systems. Ini adalah perusahaan pertahanan yang bermarkas di Paris, Prancis, yang sudah beberapa kali memasok radar TNI. Dari dokumen penawaran tender, terlihat sebetulnya ada radar yang lebih canggih dan murah dari produsen lain, seperti Weibel Scientifc, Denmark. Bila Thales dimenangkan, akan kentara sekali adanya kongkalikong dalam pelelangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *