Lobi Tambang Di Pulau Bangka Bag2

Itu sebabnya, Kepala Desa Kahuku, Imanuel Kolang Tinungki, menyatakan aktivitas Mikgro di sana ilegal. Putusan itu keluar setelah warga Pulau Bangka menggugat izin usaha operasi produksi PT Mikgro ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada 21 Oktober 2014. Ikhtiar Mikgro Metal Perdana sebenarnya hampir berhasil setelah memperoleh sokongan dari Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pada akhir Juli lalu, kementerian itu sempat melayangkan surat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Isinya memohon dukungan hukum dan keamanan terhadap aktivitas investasi asing. Komisaris Utama PT Mikgro Yang Xiaokang mengakui masih ada aktivitas pertambangan di sana. Namun kegiatan itu bukanlah pengerukan bijih besi, melainkan pekerjaan konstruksi.

Jangan Takut Makan Ikan Bag3

Nah, dalam pedoman barunya, mereka mendorong mamil untuk lebih banyak mengonsumsi ikan, tapi hanya 2-3 porsi seminggu, dengan memilih jenis rendah merkuri dan mengurangi konsumsi ikan bermerkuri tinggi, semisal tuna.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Bagaimana dengan konsumsi suplemen DHA? Dr. Maria Makrides, ketua penelitian dari Women’s and Children’s Health Research Institute di North Adelaide, Australia, mengatakan, suplemen DHA un tuk mening katkan kemampuan visual janin tidak diperlukan selama mamil berada dalam kondisi sehat, cukup nutrisi, dan selalu mengonsumsi asupan bergizi. Kondisinya akan berbeda bila mamil kekurangan nutrisi yang mengandung DHA. Untuk kasus ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter obgin Mama perihal perlu suplemen atau tidak.

Bisa juga Mama mengubah pola makan dengan berkonsultasi pada ahli gizi. IKAN LAUT VS IKAN AIR TAWAR Ikan air laut memang berisiko terkena merkuri, padahal ikanikan yang berada di laut dalam dan berminyak mengandung DHA yang tinggi. Tenang, Ma, ada beberapa cara untuk menyiasatinya. Pertama, pilih ikan air laut dengan kadar merkuri yang rendah. Ikan salmon, teri, dan nila adalah beberapa ikan air laut dengan kadar merkuri paling sedikit. Cukup konsumsi ikan-ikan tersebut dua kali seminggu secara bervariasi untuk mengurangi paparan dari merkuri yang terkandung di dalam tubuh ikan. Sementara ikan dengan kadar merkuri yang sangat tinggi, semisal ikan hiu, pari, marlin, dan todak, agar dihindari.

Kedua, Mama bisa memilih ikan air tawar untuk memenuhi kecukupan DHA selama hamil. Selain tak mengandung merkuri, ikan-ikan ini juga mudah didapatkan di pasar dengan harga terjangkau, dari ikan patin dengan kandungan DHA yang tinggi, lele, tenggiri, hingga kembung. Ketiga, untuk mamil yang alergi ikan atau vegetarian, penuhi kebutuhan DHA dengan mengonsumsi bahan pangan lainnya, seperti: telur, kacang kenari, kacang almond, brokoli, bayam, flax seed (minyak biji rami), chia seed, dan edamame (kedelai jepang). Memang, sih, dibandingkan bahan-bahan pangan tersebut, ikan tetap paling kaya DHA. Namun, sebagai variasi menu makanan, tak ada salahnya memasukkan bahan pangan itu ke dalam menu sehari-hari mamil.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Hikayat Dahana Di Bukit Tursina

Sebuah lahan kosong pe nuh pepohonan dan ilalang menjadi pemandangan per tama ketika memasuki Kawasan Kaltim Industrial Estate di Bontang, Kalimantan Timur. Berada di sebelah kanan jalan masuk, tanah kosong serupa ”hutan kecil” itu terlihat kontras di tengah kawasan industri yang sudah dipenuhi pabrik-pabrik besar dengan asap mengepul di setiap cerobongnya. Semestinya sebuah pabrik berdiri di lahan seluas hampir tujuh hektare itu.

PT Dahana, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang industri bahan peledak, berencana membangun pabrik amonium nitrat di sana. Menggandeng PT Pupuk Kaltim, Dahana akan membangun pabrik bahan baku alat peledak berkapasitas 150 ribu ton per tahun. ”Kami sudah menyiapkan lahannya, tapi sampai sekarang belum ada kegiatan apa-apa,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Kaltim Adi Dhata Arief saat ditemui Tempo pada Kamis dua pekan lalu.

Langkah Membentuk Identitas Gender

Gender adalah peran yang dibangun dalam diri anak berdasarkan karakteristik jenis kelamin dan aturan masyarakatnya. Usia prasekolah merupakan periode sensitif untuk belajar mendefinisikan gender ini. Identitas gender yang proporsional–apakah anak dididik sebagai laki-laki atau perempuan–akan membantu pembentukan konsep diri yang positif pada anak. Juga, hubungan interpersonal yang wajar dengan orang lain.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Nah, agar anak dapat memiliki identitas gender yang proporsional, inilah 4 langkah yang perlu kita lakukan: • KENALKAN -ENIS KELAMIN ANAK SEDINI MUNGKIN Ketika anak mulai memerhatikan kondisi tubuhnya, kita bisa memberikan penjelasan. Misal, saat mandi, kepada anak perempuan, katakan bahwa itu alat kelaminnya disebut vagina, atau penis untuk anak lelaki. Pada saatnya, anak akan bertanya, mengapa alat kelaminnya berbeda dengan alat kelamin kita misalnya. Jelaskan saja bahwa hal itu menunjukkan dirinya adalah perempuan (atau laki-laki), bahwa alat kelamin anak perempuan dan lelaki memang berbeda bentuknya.

Di usia 5 tahun, anak diharapkan sudah memiliki pemahaman akan identitas kelamin bahwa “saya lelaki” atau “saya perempuan”. Ia pun tahu bahwa anak lelaki dan perempuan itu berbeda; anak perempuan punya vagina, bukan penis. Kita pun boleh menerangkan lebih lanjut tentang perbedaan secara biologis ini yang merupakan kodrat. Anak perempuan nantinya akan memiliki payudara dan bokong yang lebih besar daripada laki-laki. Kemudian anak perempuan pun nantinya akan mengalami menstruasi, hamil, dan menyusui seperti Mama, sedangkan laki-laki tidak demikian. •

BERIKAN POLA ASUH YANG PROPORSIONAL Maksudnya, pola asuh yang tidak mengotak-kotakkan antara laki-laki dan perempuan dalam hal mendapatkan kesempatan untuk bereksplorasi dan belajar. Sederhananya, anak laki-laki tidak hanya boleh main mobil-mobilan, pistol-pistolan, tetapi tidak masalah jika ingin bermain dengan boneka atau alat memasak. Sebaliknya, anak perempuan boleh saja main mobil-mobilan, pistol-pistolan, tak hanya main boneka atau masak-masakan. Mengapa?

Karena mainan atau benda sebetulnya tidak memiliki je nis kelamin, tetapi kitalah yang membangun konsep feminin dan maskulin pada benda-benda itu. Misalnya, boneka bagi anak-anak lelaki bisa dijadikan kawan atau ia berperan sebagai “papa”. Sedangkan pistol-pistolan bagi anak laki-laki (juga perempuan) adalah sebagai alat perlindungan bagi siapa pun, bukan untuk menyerang dan berbuat jahat. Inilah yang dimaksud dengan proporsional.

Sumber : https://ausbildung.co.id/