Pendongeng dan Pendiri “Bale Dongeng Indonesia” dan “Rumah Kisah”

Sejak duduk di bangku SMA, Hendri Juhana (36) sudah cinta dan aktif di dunia pendidikan anak. Hal itu ia buktikan dengan mengajar di TK di dekat rumahnya, selain juga mengajar membaca Alquran serta membacakan kisah-kisah teladan para nabi dan orang-orang saleh di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga : ausbildung jerman

Sejak itulah, lelaki yang lebih dikenal dengan sapaan Kak Hendri ini, secara otodidak belajar mendongeng. Apalagi ia juga latihan teater sehingga tak terlalu sulit belajar mendongeng sendiri. Setelah lulus SMA, Kak Hendri bergabung dengan organisasi PPMI (Persaudaraan Pendongeng Muslim Indonesia). Di organisasi ini, Kak Hendri bertemu dengan para pendongeng yang sudah lebih lama terjun di dunia mendongeng. Salah satunya, Kak Bimo, yang kerap disebut sebagai “Master Dongeng Indonesia”. Ia mendapat banyak ilmu mendongeng dari Kak Bimo, selain juga pendongeng lainnya.

“Alhamdulillah, saya makin kaya teknik dari para sahabat PPMI,” ujar founder konsep SC2, sebuah konsep training dalam membangun potensi diri. Kak Hendri pun semakin semangat menekuni dongeng sebagai profesi setelah berhasil menjadi juara kedua dalam lomba mendongeng antarkaryawan perusahaan di Bandung. “Setelah itu, banyak undangan mendongeng dari berbagai tempat,” kata suami dari Ipah Latipah Indriawati (35) ini. Mendongeng di berbagai tempat ini semakin mengasah kemampuannya sehingga ia pun kerap diminta untuk menjadi juri lomba mendongeng. Salah satunya, lomba mendongeng tingkat nasional yang sering diadakan BAPUSIPDA (Badan Perpustakaan Arsip Daerah) Jawa Barat.

Menurut Kak Hendri, mendongeng tidaklah sulit, karena pada hakikatnya, manusia itu pendongeng. “We all story teller!” tegasnya. “Komunikasi ataupun ngomong ngelantur, kan, kerjaan manusia setiap harinya,” lanjut Kak Hendri. Karena itu, tambahnya, setiap orangtua pasti bisa mendongeng. Tentu, ia tak mengingkari, untuk mampu mendongeng dengan baik dan menarik harus dilatih. Dengan semakin baik dan menarik, maka dongeng yang disampaikan pun membuat anak semakin tertarik. Apalagi, tambahnya, mendongeng itu mengasyikkan karena kaya imajinasi dan fantasi. Saat mendongeng, ada keceriaan yang membuat rasa cinta itu makin tumbuh antara orangtua dan anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *