Jangan Pusingkan Gtm

Mama, kalau selama ini si batita happy-happy saja dengan makanannya, lalu mengapa ia tahu-tahu bikin gerakan tutup mulut (GTM)? Jangan anggap ini sebagai masalah besar. Memilih tidak menyukai makanan tertentu adalah salah satu cara menunjukkan kemandirian di usia batita. Sebagai solusinya, coba tawarkan makanan yang “ditolak” dengan cara yang lebih samar.

Baca juga : Kursus Bahsa Jerman di Jakarta

Mungkin saja si batita akan mengubah keputusan dan mencoba menyukainya lagi. Jika yang ditolak adalah jenis makanan yang penting untuk pertumbuhan, coba tawarkan dalam bentuk dan rasa berbeda. Jika yang ditolaknya adalah sayuran, sekali lagi, jangan terlalu diambil pusing dulu. Fokuskan pada pemberian buah saja sambil Mama tetap mencoba memperkenalkan sayuran sedikit-sedikit.

Saat Tepat Toilet Training

Banyak orangtua khawatir, metode toilet training yang terlalu cepat atau terlalu tegas dapat membuat anak mengalami masalah saluran kemih. Ternyata, menurut studi yang dimuat di Clinical Pediatrics, apa pun metode yang dipilih orangtua tidak berpengaruh terhadap kesehatan anak.

“Yang paling penting adalah kapan anak mulai belajar toilet training, yaitu sekitar usia 27-32 bulan, “kata Dr. Joseph Barone, asisten profesor bedah dan urologi anak dari University of Medicine and Dentistry of New Jersey, Robert Wood Johnson Medical School, di New Brunswick, New Jersey. Anak yang siap untuk toilet training biasanya sudah melewatkan tidur siang atau kegiatan selama beberapa jam tanpa mengompol.

Ia juga sudah bisa merasakan dan memberi tahu orang lain bahwa ia ingin pipis. “Hindari menciptakan atmosfer yang traumatis bagi anak. Selama orangtua tidak bersikap negatif, anak akan bisa sukses melalui toilet training ,” kata Dr. Kristin Kozakowski, ahli urologi anak dari Miami Children’s Hospital, Florida. Tim kentang keju santan untuk 2 porsi nilai gizi per porsi: energi = 109 kal protein: 4,7 g z lemak: 4,9 g z karbohidrat: 11,6 g bahan: 100 g kentang, kupas kulitnya, potong kecil 200 ml kaldu sapi 25 g daging ayam giling 25 g tahu putih 25 g wortel, parut 1 sdm keju parut 200 ml santan kental cara membuat: ? Campur kentang dengan kaldu sapi, ayam, dan tahu. Rebus hingga ayam dan kentang lunak. ? Masukkan wortel, masak hingga sayuran matang. Masukkan keju parut dan santan, aduk rata. Angkat dan dinginkan. ? Tempatkan dalam wadah menarik, siap diberikan pada bayi mama

Segera Ke Dokter Jika Muncul Aroma Ini!

? Aroma ikan/amis. Aroma ini muncul akibat pertumbuhan kuman jahat pada vagina yang berlebihan, nama medisnya Bacterial Vaginosis (BV). Aromanya sangat mengganggu, berbau seperti bau ikan, dan semakin “semerbak” setelah berhubungan intim. Biasanya disertai pula dengan gejala nyeri di area Miss V.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

? Aroma busuk dan asam. Aroma busuk yang disertai keputihan ini disebabkan oleh Trichomonas atau dikenal sebagai Trichomoniasis. Yang terjadi akibat tertular parasit Trichomonas dari pasangan. Selain berbau busuk, keputihan yang timbul sangat banyak sampai bisa mengalir dari Miss V ke paha. Trichomoniasis juga dapat menimbulkan bau asam

? Aroma apak. Infeksi jamur candida albicans biasanya disebut kandidiasis menimbulkan aroma apak pada vagina, biasanya disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di area Miss V.

? Aroma daging busuk. Bila kanker leher rahim/kanker serviks sudah pada tingkat lanjut, bisa mengelurkan aroma tidak sedap seperti daging busuk disertai dengan keputihan darah. Kanker leher rahim seringnya tidak menimbulkan gejala apapun di awal. Kalaupun ada gejala, biasanya berupa perdarahan tidak normal yang umumnya muncul setelah berhubungan intim.

Perhatikan Ini!

Nah, untuk menghindari munculnya aroma tak sedap, mencegah gangguna di area vagina dan menjaga kesehatan Miss V, kita perlu mempraktikkan beberapa hal ini:

• Jaga kebersihan Miss V. Kebersihan yang kurang membuat kotoran menumpuk dan tumbuhnya bakteri secara berlebihan.

• Hindari paparan sabun mandi secara berlebihan pada area vagina karena sifatnya yang basa, sedangkan Miss V memiliki pH asam sehingga dapat menimbulkan iritasi. Lebih baik gunakan cairan pembersih bagian inim yang sudah diformulasikan khusus dan juga mempunyai keasaman (pH) yang sesuai dengan Miss V.

• Gunakan celana dalam berbahan katun. Bahan katun memiliki pori-pori kain yang besar sehingga memungkinkan terjadinya pergantian udara dengan baik, tekstur kainnya yang halus juga dapat menghindari iritasi pada Miss V.

• Hindari kondisi lembap dan panas pada vagina. Misalnya, setelah berolahraga langsung mandi dan mengeringkan area vagina, jika pakaian dalam lembap langsung diganti.

Sumber : pascal-edu.com