Ikuti Seminar Peter Pan Syndrome & Cinderella Complex

Semua berawal dari kasih sayang dan proteksi berlebihan pada anak. Jika hal ini dilakukan sejak anak berusia dini hingga si kecil beranjak dewasa, pada akhirnya justru dapat membunuh kemandirian anak dan membuat rendahnya Adversity Quotient (kemampuannya untuk survive). Tanpa disadari pola asuh ini pun menggiring kita mencetak anak-anak laki-laki dengan Peter Pan syndrome.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Peter Pan Syndrome adalah laki-laki yang “menolak” menjadi dewasa karena takut kehilangan kenyamanan yang selalu ia peroleh dimasa kanak-kanaknya. Atau pada anak perempuan dengan Cinderella Complex, yaitu perempuan yang mengharap “prince charming” datang untuk menyelamatkannya dari berbagai persoalan hidup, karena tak mampu menghadapi kesulitan hidup akibat terlalu banyak dilindungi oleh orang tuanya semasa ia kecil. Seperti apa kasih sayang/proteksi berlebihan itu?

Begini, pernahkah Mama menyuapi si kecil yang sudah SD karena khawatir anak akan sakit jika tidak makan ? Atau pernahkah Mama melihat anak SD berjalan melenggang sementara ibu/pengasuhnya membawakan tas mereka? Atau pernahkah Mama jika ditelepon anak dari sekolah karena bukunya ketinggalan, lalu tergopoh-gopoh datang ke sekolah untuk mengantarkannya, alih-alih menyuruhnya pulang atau membiarkannya disetrap karena kelalaian?

Apakah Mama membuka satu per satu buku anak untuk mencari PR-nya, kemudian mengoreksi PR bahkan menolong membuatkan supaya nilainya bagus? Jika ketiga hal di atas terjadi, waspadalah mungkin kita sedang menjerumuskan karakter diri si kecil. Sebab, kasih sayang yang tidak pad tempatnya bisa merusak kemampuan anak untuk survive di masa depan.

Ciri-ciri Peter Pan Syndrome adalah mereka terbiasa hidup nyaman tanpa beban tanggung jawab, tidak suka bekerja keras, kegiatannya banyak main-main, tidak pernah punya tanggung jawab, tidak bisa mandiri/dewasa, tidak berani mengambil keputusan dan menanggung risiko, kurang percaya diri, enggan hidup sendiri karena mengalami ketergantungan pada orang lain.

Pada anak-anak dengan pola asuh yang potensial menimbulkan Peter Pan Syndrome biasanya cenderung: suka menentang, pemberontak, susah punya komitmen, pemarah (marah jika kemauannya tidak terpenuhi), tidak bisa menerima kritikan, mudah sakit hati, terlalu cinta pada diri sendiri, senang memanipulasi dan menolak hubungan dengan lawan jenis. Akibatnya mereka punya masalah tidak tahan terhadap invasi kekuasaan dari lingkungan, mereka tidak mampu berpikir tentang dirinya, apalagi menangani problem yang menimpa. Karena sejak kecil semua masalanya diatasi Mama, Papa atau pengasuhnya.

Sumber : https://eduvita.org/

Dengan Nyeri Panggul Berdamai Bag2

Inilah beragam keluhan atau gejala yang dialami dan dirasakan: • Lakit di pilarah kelamin, meski hanya disentuh. • Lakit pada bagian tulang ekor. • Sakit atau nyeri pada saat berguling ketika beralih posisi dari miring kiri ke kanan pada tempat tidur. • Lakit ketika naik turun tangga, masuk dan keluar dari mobil, duduk atau berdiri, mengenakan pakaian, membungkuk, mengangkat benda berat, berdiri di satu kaki, dan lain-lain. • Greri di bokong turun ke kaki. •

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Kesulitan berjalan, terutama setelah bangun tidur. • Disfungsi kandung kemih (inkontinensia sementara ketika perubahan posisi). • Greri lutut atau nreri di bagian lain terkadang juga dapat menjadi efek samping masalah panggul. • Lesak di punggung bagian atas dan bertambah sakit ketika berjalan, naik atau turun tangga, atau bergerak di pembaringan. • lakit kala bangun dari tidur untuk pergi ke toilet di tengah malam.

Pertolongan Atasi Nyeri

Cobalah beberapa cara berikut: • Kompres bagian rang nreri dengan air hangat atau dingin. • Melakukan terapi akupunktur serta TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation) agar merangsang hormon penghilang rasa sakit keluar yang diproduksi secara alami oleh tubuh akibat rangsangan listrik. • Kenakan celana apa saja pada posisi duduk, bukan berdiri. • Lakukan senam kegel atau yoga agar memperkuat otot dasar panggul. •

Gunakan sabuk penrokong panggul khusus mama hamil. • Lakukan olahraga dalam air, namun hindari gaya dada saat berenang. Sesekali berendamlah di air. • Lakukan senam hamil untuk mengurangi ketegangan otot. Cara ini ampuh mengurangi nyeri pinggang. Lakukan minimal 15 menit setiap harinya. • Mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri yang direkomendasi dokter obgin.

Pencegahan

Usai melahirkan, umumnya rasa nyeri itu akan hilang sendiri seiring dengan normalnya komposisi hormon dalam tubuh Mama. Setidaknya 6 bulan setelah bersalin. Nah, karena adanya faktor hormonal ini, maka gejala atau gangguan yang sama bisa saja terulang bila Mama kembali hamil. Namun, jangan khawatir, karena sebenarnya Mama dapat terhindar dari rasa nyeri panggul saat hamil dengan cara: • Istirahat cukup. • Tidak mengangkat atau mendorong benda berat. • Bekerja sama dengan ahli fi sioterapi untuk melakukan latihan penguatan otot yang menyangga panggul serta sikap tubuh sehari-hari. •

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Jangan Pusingkan Gtm

Mama, kalau selama ini si batita happy-happy saja dengan makanannya, lalu mengapa ia tahu-tahu bikin gerakan tutup mulut (GTM)? Jangan anggap ini sebagai masalah besar. Memilih tidak menyukai makanan tertentu adalah salah satu cara menunjukkan kemandirian di usia batita. Sebagai solusinya, coba tawarkan makanan yang “ditolak” dengan cara yang lebih samar.

Baca juga : Kursus Bahsa Jerman di Jakarta

Mungkin saja si batita akan mengubah keputusan dan mencoba menyukainya lagi. Jika yang ditolak adalah jenis makanan yang penting untuk pertumbuhan, coba tawarkan dalam bentuk dan rasa berbeda. Jika yang ditolaknya adalah sayuran, sekali lagi, jangan terlalu diambil pusing dulu. Fokuskan pada pemberian buah saja sambil Mama tetap mencoba memperkenalkan sayuran sedikit-sedikit.

Saat Tepat Toilet Training

Banyak orangtua khawatir, metode toilet training yang terlalu cepat atau terlalu tegas dapat membuat anak mengalami masalah saluran kemih. Ternyata, menurut studi yang dimuat di Clinical Pediatrics, apa pun metode yang dipilih orangtua tidak berpengaruh terhadap kesehatan anak.

“Yang paling penting adalah kapan anak mulai belajar toilet training, yaitu sekitar usia 27-32 bulan, “kata Dr. Joseph Barone, asisten profesor bedah dan urologi anak dari University of Medicine and Dentistry of New Jersey, Robert Wood Johnson Medical School, di New Brunswick, New Jersey. Anak yang siap untuk toilet training biasanya sudah melewatkan tidur siang atau kegiatan selama beberapa jam tanpa mengompol.

Ia juga sudah bisa merasakan dan memberi tahu orang lain bahwa ia ingin pipis. “Hindari menciptakan atmosfer yang traumatis bagi anak. Selama orangtua tidak bersikap negatif, anak akan bisa sukses melalui toilet training ,” kata Dr. Kristin Kozakowski, ahli urologi anak dari Miami Children’s Hospital, Florida. Tim kentang keju santan untuk 2 porsi nilai gizi per porsi: energi = 109 kal protein: 4,7 g z lemak: 4,9 g z karbohidrat: 11,6 g bahan: 100 g kentang, kupas kulitnya, potong kecil 200 ml kaldu sapi 25 g daging ayam giling 25 g tahu putih 25 g wortel, parut 1 sdm keju parut 200 ml santan kental cara membuat: ? Campur kentang dengan kaldu sapi, ayam, dan tahu. Rebus hingga ayam dan kentang lunak. ? Masukkan wortel, masak hingga sayuran matang. Masukkan keju parut dan santan, aduk rata. Angkat dan dinginkan. ? Tempatkan dalam wadah menarik, siap diberikan pada bayi mama

Segera Ke Dokter Jika Muncul Aroma Ini!

? Aroma ikan/amis. Aroma ini muncul akibat pertumbuhan kuman jahat pada vagina yang berlebihan, nama medisnya Bacterial Vaginosis (BV). Aromanya sangat mengganggu, berbau seperti bau ikan, dan semakin “semerbak” setelah berhubungan intim. Biasanya disertai pula dengan gejala nyeri di area Miss V.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

? Aroma busuk dan asam. Aroma busuk yang disertai keputihan ini disebabkan oleh Trichomonas atau dikenal sebagai Trichomoniasis. Yang terjadi akibat tertular parasit Trichomonas dari pasangan. Selain berbau busuk, keputihan yang timbul sangat banyak sampai bisa mengalir dari Miss V ke paha. Trichomoniasis juga dapat menimbulkan bau asam

? Aroma apak. Infeksi jamur candida albicans biasanya disebut kandidiasis menimbulkan aroma apak pada vagina, biasanya disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di area Miss V.

? Aroma daging busuk. Bila kanker leher rahim/kanker serviks sudah pada tingkat lanjut, bisa mengelurkan aroma tidak sedap seperti daging busuk disertai dengan keputihan darah. Kanker leher rahim seringnya tidak menimbulkan gejala apapun di awal. Kalaupun ada gejala, biasanya berupa perdarahan tidak normal yang umumnya muncul setelah berhubungan intim.

Perhatikan Ini!

Nah, untuk menghindari munculnya aroma tak sedap, mencegah gangguna di area vagina dan menjaga kesehatan Miss V, kita perlu mempraktikkan beberapa hal ini:

• Jaga kebersihan Miss V. Kebersihan yang kurang membuat kotoran menumpuk dan tumbuhnya bakteri secara berlebihan.

• Hindari paparan sabun mandi secara berlebihan pada area vagina karena sifatnya yang basa, sedangkan Miss V memiliki pH asam sehingga dapat menimbulkan iritasi. Lebih baik gunakan cairan pembersih bagian inim yang sudah diformulasikan khusus dan juga mempunyai keasaman (pH) yang sesuai dengan Miss V.

• Gunakan celana dalam berbahan katun. Bahan katun memiliki pori-pori kain yang besar sehingga memungkinkan terjadinya pergantian udara dengan baik, tekstur kainnya yang halus juga dapat menghindari iritasi pada Miss V.

• Hindari kondisi lembap dan panas pada vagina. Misalnya, setelah berolahraga langsung mandi dan mengeringkan area vagina, jika pakaian dalam lembap langsung diganti.

Sumber : pascal-edu.com